Pilih Mana Nih, Menabung Saham atau Investasi Reksa Dana? Simak Untung-Ruginya Yuk

Diposting pada

Cara Menabung Saham Di Bank – Pilihan investasi era sekarang memang udah banyak banget. Beda serupa era dulu yang masih seputar tanah, rumah, emas atau menaruh duit di bawah kasur.

Banyaknya pilihan investasi termasuk udah didukung bersama dengan kemudahan. Semua udah serba online.

Apalagi modal awal investasi udah gak mahal. Cukup bersama dengan Rp 5000 saja sekarang udah mampu investasi emas.

Gak hanya investasi emas saja yang mampu murah. Investasi saham dan reksa dana pun sekarang gak butuh modal besar. Cuma ratusan ribu saja!

Hebatnya, gak hanya duit saja yang mampu ditabung. Sekarang penduduk termasuk udah mampu menabung bersama dengan saham.

Lantas lebih pilih mana? Menabung saham atau investasi reksa dana? Coba kita bedah kelebihan dan kelemahan tiap-tiap produk.

Menabung Saham
Menabung saham udah dikampanyekan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak November lalu. Cara kerjanya serupa menabung biasa.

Gak wajib mantengin bursa saham tiap tiap hari, bersama dengan menabung saham kamu gak wajib cemas bersama dengan fluktuasinya

Nasabah menyetor sejumlah duit ke bank, kemudian broker saham akan pakai dana berikut untuk belanja saham. Nasabah pun bebas pilih saham yang diharapkan asalkan cocok bersama dengan kuantitas setoran.

Cara kerjanya termasuk tergolong mudah. Nasabah teratur menyetor dana yang udah disepakati di awal. Kemudian dalam jangka waktu khusus nasabah akan terima dividen.

Keunggulan

Mudah terhubung rekening saham dikarenakan udah banyak bank yang bekerja serupa bersama dengan broker saham
Jumlah saham per lot sejak 2014 udah turun menjadi 100 lembar/lot berasal dari yang sebelumnya 500 lembar/lot
Modal yang dibutuhkan tergolong kecil dikarenakan banyak saham yang dijual jadi berasal dari ribuan rupiah
Bisa autodebet
Pertumbuhan saham tergolong tinggi sampai 24% menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio
Selain selisih penjualan saham, nasabah akan terima dividen tiap tiap th. yang besarnya tergantung pendapatan bersih perusahaan

Kelemahan

Jangka waktu investasi tergolong panjang. Idealnya antara 5-10 tahun
Saham yang mengimbuhkan keuntungan besar (blue chip) biasanya mahal. Kisaran puluhan ribu rupiah
Risiko investasi besar dikarenakan begitu banyak ragam segi ekonomi.
Investasi gak terdiversifikasi, menjadi risiko jadi besar
Gak mampu diwariskan

Investasi Reksa Dana
Investasi reksa dana udah menjadi pilihan banyak orang di Indonesia. Alasannya lebih-lebih terkecuali bukan dikarenakan kemudahannya.

Waktu yang pas bikin investasi adalah sekarang! Bukan esok hari

Pemerintah pun udah menunjuk bank dan BUMN untuk mengelola reksa dana. Contohnya PT Danareksa, Bank BRI, Mandiri dan BNI.

Keunggulan

Modal investasi murah, jadi berasal dari Rp 100 ribu udah mampu belanja reksa dana
Pilihan reksa dana banyak. Mulai berasal dari reksa dana campuran, pasar duit dan obligasi
Risiko minim dikarenakan modal disebar ke beragam instrumen investasi
Bisa autodebet
Bisa diwariskan. Seandainya investor meninggal mampu dipindahtangankan ke ahli waris
Modal aman dikarenakan disimpan oleh bank kustodian. Jadi disaat manajer investasi bangkrut, modal tetap aman.

Kelemahan

Return reksa dana tergolong kecil terkecuali dibandingkan saham
Jangka waktu investasi pendek
Dividen gak segera ke investor, tetapi masuk ke Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Jadi Kesimpulannya…
Menabung saham memang mempunyai beruntung banyak. Tapi jangka waktu yang direkomendasi termasuk nggak sebentar. Belum ulang risiko pasar modal yang fluktuatif.

Di sisi lain, reksa dana memang mengimbuhkan profit di bawah saham. Tapi lebih aman dikarenakan risiko tersebar di sebagian instrumen investasi.

Nah, semua tipe investasi itu bagus kok. Tinggal disesuaikan bersama dengan tipe kebutuhan dan kemauan kita. Jadi semua dikembalikan ulang kepada dirimu. Mau cari aman atau cari untung?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *